Text
Lathaif al-qur'an wal 'arabiyyah
Dalam Al-Qur'an, pada cerita Isa 'alaihissalam, tak pernah ada redaksi "Wahai Kaumku"?
Saat membicarakan orang mukmin, Allah menggunakan kata "Yaa 'Ibaad", sebaliknya saat membicarakan orang kafir, menggunakan redaksi "Al-'Abiid", meski sama bermakna hamba?
Ketika membicarakan buah-buahan di dunia, Al-Qur'an menggunakan redaksi "Waminhaa Ta'kuluuna", sedang saat membicarakan kenikmatan penghuni surga, Al-Qur'an menggunakan redaksi "Minhaa Ta'kuluuna" (tanpa penghubung wa)?
Dikala menyatakan aktivitas laba-laba, Al-Qur'an menggunakan redaksi Ittakhadzat baitan (menggunakan kata kerja feminin), bukan Ittakhadza (maskulin)?
Pertanyaan itu hanyalah sekeping hidangan dari buku ini. Nikmatilah sajian dan hidangan lain, dengan tuntas membaca!
| 0896 | Ibnu Akso Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain